DI PONPES NURUL HIDAYAH, BNNK SUMENEP GELAR INFORMASI DAN EDUKASI BAGI ANAK SANTRI
- Nov 18, 2024
- Ab Hadi
Sumenep, Kim Darma Bhakti. Bertempat di pondok pesantren Nurul Hidayah Desa Aengbaja Kenek Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan informasi yang edukasi terhadap anak santri di tingkat MI dan MTs, Senin (18/11/24).
Pada kegiatan tersebut terpantau yang hadir dari BNNK Sumenep diantaranya ketua tim pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M) H. Rahwini Suwandi, SE., MH, beserta rombongan, sedangkan dari pondok pesantren Nurul Hidayah yaitu pengasuh pondok pesantren Nurul Hidayah Kyai Abd Wahid, M.Pd.I, didampingi oleh Kepala sekolah TK, MI, dan MTs, para dewan guru serta para santri Nurul Hidayah sebanyak 60 anak.
Dalam sambutannya Abd Wahid mengatakan terima kasihnya kepada pihak BNNK Sumenep atas kehadirannya di pesantren yang dikelolanya, dan telah berkenan memberikan informasi dan edukasi terhadap santri-santrinya.
"Saya sampaikan banyak-banyak terima kasih atas kehadiran dari pihak BNNK Sumenep yang telah percaya kepada lembaga ini untuk memberikan informasi dan edukasi terhadap anak-anak santri tentang bahaya narkoba", ucapnya.
Abd Wahid juga menambahkan jika dalam agama Islam telah jelas melarang adanya makanan dan minuman yang diharamkan termasuk diantaranya narkoba dan sejenisnya sehingga wajib hukumnya untuk dihindari agar tidak mendapatkan murka Allah SWT.
Sementara Katim P2M BNNK Sumenep Rahwini Suwandi yang biasa disapa Pak Wins mengungkapkan jika banyak cara yang dilakukan oleh pengedar narkoba untuk menyebarluaskan barang haram tersebut diantaranya adalah menjadikan narkoba tersebut sebagai jajanan anak-anak, dan model lainnya.
"Para pengedar narkoba dan barang bahaya lainnya kini banyak yang disebar luaskan dengan berbagai macam cara dan model diantaranya adalah disusupkan pada jajanan anak-anak, dengan tujuan untuk menghancurkan masa depan anak-anak sehingga anak-anak bisa terjerumus kedalam jeratan narkoba" ungkapnya.
Pak Wins juga menambahkan selain narkoba yang harus dihindari juga adalah minum-minuman keras yang memabukkan apalagi dioplos dengan barang berbahaya lainnya yang efeknya adalah bisa menghilangkan nyawa, cara mencegah narkoba haruslah dimulai dari diri sendiri dan keluarga, serta janganlah terpengaruh terhadap pergaulan bebas yang tidak baik.
Pada acara yang sama Suyanto, SE., M.A.P dari P2M BNNK Sumenep, dalam materinya mengatakan dampak bahaya narkoba, serta macam-macam jenis narkoba.
"Dampak bahaya narkoba itu sangat banyak diantaranya bisa berakibat buruk bagi tubuh manusia, bisa membuat orang stres, bahkan bisa berani terhadap orang tua, dan hal buruk lainnya, jenisnya pun bisa bermacam-macam, seperti sabu-sabu, ekstasi, ganja, heroin, opium, kokain dan hal adiktif lainnya", jelasnya.
Suyanto juga menambahkan jika ada para santri di pondok pesantren Nurul Hidayah ini yang mengetahui ada yang menggunakan narkoba maka bisa melapor kepada BNNK Sumenep atau AP-IBM dan atau penggiat anti narkoba (P4GN) yang ada di desa Aengbaja Kenek, untuk mendapatkan rehabilitasi, sedangkan identitas pelapor ataupun terlapor dijamin kerahasiaannya aman.
(Ab. Hadi/Kim)