MENGUNGKAP KYAI RADEN RATNADI CUCU KYAI ALI BRAMBANG DI AENGBAJA KENEK

  • May 11, 2025
  • Ab Hadi

Sumenep, Kim Darma Bhakti. Ahad (11/5/25) Pada medium tahun 2015 silam di Desa Aengbaja Kenek Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur tepatnya di jalan Kaliasih Kampung Pancor tersingkap pekuburan salah satu Wali Allah yang berjajar dengan pekuburan lainnya.

Kuburan Wali Allah tersebut merupakan kuburan dari Kyai Raden Ratnadi dan istrinya, Kyai Raden Ratnadi sendiri menurut catatan adalah cucu dari Kyai Ali Brambang (Asta Gumuk) Kecamatan Kalianget yang terkenal dengan karomahnya bisa membuat kera mengaji dan berbicara.

Dari silsilah yang di peroleh oleh pegiat KIM Darma Bhakti Kyai Raden Ratnadi bersambung nasab kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Berikut ini silsilah dari Kyai Raden Ratnadi, Kyai Raden Ratnadi bin Kyai Samsuddin bin Kyai Ali (Asta Gumuk Brambang) bin Kyai Ahmad Ubaidillah (Kyai Khotib Paddusan) bin Syaikh Ahmad Baidhowi (Pangeran Katandur) bin Sayyid Sholeh Amir Hasan (Panembahan/Sunan Pakaos) bin Sayyid Ja'far Shodiq (Sunan Kudus), Sunan Kudus adalah putra Sunan Ngudung atau Sayyid Sabil Usman Haji, dengan Syarifah Ruhil atau Dewi Ruhil yang bergelar Nyai Anom Manyuran binti Nyai Ageng Melaka binti Sunan Ampel. Sunan Kudus adalah keturunan ke - 24 dari Nabi Muhammad SAW.

Menurut informasi dari Kyai Abd Wahid Pengasuh Ponpes Nurul Hidayah Aengbaja Kenek, orang yang menemukan kuburan dari Kyai Raden Ratnadi adalah Kyai Fahrul dari Kalimo'ok Kecamatan Kalianget yang masih menyambung nasab dengan Kyai Muhammad Ali Brambang.

Kata Kyai Abd Wahid, Kyai Fahrul berkali-kali mendapatkan petunjuk untuk mencari Kyai Raden Ratnadi yang kuburannya berada di Kalaseh (Kaliasih) Kecamatan Bluto dan setelah Kyai Fahrul datang ke lokasi yang dimaksud akhirnya di ketahui jika kuburan Kyai Raden Ratnadi benar ada di lingkungan tersebut.

"Kyai Fahrul mendapatkan petunjuk untuk mencari keberadaan Kyai Raden Ratnadi di Kalaseh Kecamatan Bluto dan setelah di lakukan pencarian akhirnya di ketemukan jika Kyai Raden Ratnadi pernah menetap dan menyebarkan Islam di Desa Aengbaja Kenek, dan kuburan Kyai Raden Ratnadi beserta istrinya ada di lingkungan sini bersama kuburan lainnya", ungkap pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah ini.

Masih menurut informasi dari Kyai Abd Wahid jejak peninggalan dari Kyai Raden Ratnadi bukan hanya kuburan yang ada tetapi juga ada barang peninggalan lainnya berupa Kitab dan tatakan kayu untuk mengaji.

"Peninggalan dari Kyai Raden Ratnadi yang ada diantaranya Kitab keagamaan dan tatakan kayu untuk mengaji dan menyebarkan syiar Islam di Desa ini, sekarang barang-barang tersebut di simpan di rumah warga yang pekarangannya ditempati kuburan Kyai Raden Ratnadi", imbuhnya.

Untuk diinformasikan untuk mengenang jasa dari Kyai Raden Ratnadi maka masyarakat lingkungan sekitar tiap tahunnya menyelenggarakan haul Kyai Raden Ratnadi beserta istrinya dan diyakini pula keturunan dari Kyai Raden Ratnadi banyak tersebar di Desa Aengbaja Kenek.

Sebagai tambahan informasi yang diperoleh oleh pegiat KIM Darma Bhakti kedatangan Kyai Raden Ratnadi dengan istrinya di Kecamatan Bluto hingga akhirnya menetap di Desa Aengbaja Kenek pada saat itu mendapatkan tugas dari penguasa keraton Sumenep sebagai penghulu agama sekaligus untuk menyebarkan agama Islam.

 

(Ab Hadi/KIM)